Tugas Sofskill Akuntansi Internasional 2

Mobil Dinas Baru saat Standar Hidup Rendah

PDIP juga mengkritik sikap pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Dalam Negeri.

 

VIVAnews – PDI Perjuangan (PDIP) mengkritik sikap pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menerima mobil dinas baru. PDIP meminta pimpinan DPR melihat kondisi masyarakat saat menerima mobil seharga lebih dari Rp 1 miliar di pasaran itu.

“DPR kan wakil rakyat, jadi seharusnya melihat ke bawah, ke masyarakat yang sebagian besar standar hidupnya masih jauh dari kesejahteraan,” kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis, Rabu 30 Desember 2009.

Menurut Tjahjo, DPR seharusnya justru memberi contoh positif kepada masyarakat, salah satunya contoh berupa penghematan. PDIP juga mengkritik sikap pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Dalam Negeri soal pemakaian mobil dinas baru di daerah-daerah.

“Pemerintah pusat melalui Mendagri pun perlu untuk membuat surat keputusan menteri via keppres kepada pejabat daerah,” ujar Tjahjo. Surat yang dimaksud adalah menginstruksikan agar pejabat daerah wajib menggunakan mobil yang wajar di daerah.

“Jangan lantaran berlindung di balik otonomi daerah, lantas gubernur, bupati, dan walikota di berbagai daerah berlomba-lomba menggunakan mobil mewah,” kritik dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR dari PDIP, Pramono Anung, mengaku terus terang bahwa ia merasa lebih nyaman dengan mobil pribadinya. Dia enggan menggunakan mobil dinas baru yang tergolong mewah, lantaran polemik yang melingkupinya.

Pramono masih pergi ke Gedung DPR dengan Lexus hitam miliknya sendiri. “Saya lebih nyaman memakai mobil saya pribadi. Toyota Camry yang dulu pun (mobil dinas pejabat sebelum Toyota Crown yang baru ini) tidak pernah saya ambil,”kata Pramono, Rabu 30 Desember 2009.

Sumber: http://politik.news.viva.co.id/news/read/117186 mobil_dinas_baru_saat_standar_hidup_rendah

ismoko.widjaya@vivanews.com

 

Komentar:

Memang benar apa yang telah dikatakan oleh PDIP, tidak seharusnya pemerintah lebih mementingkan kepentingannya sendiri dibanding kepentingan rakyat. Masalah penggunaan mobil baru sebenarnya tidak penting karena dengan mobil dinas pemerintah yang lama pun kondisi nya masih bisa dipakai. Seharusnya pemerintah harus bijak dalam menggunakan anggaran negara, karena anggaran negara juga berasal dari rakyat,  yang seharusnya digunakan untuk mensejahterakan rakyatnya.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s